This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Monday, 20 December 2010

Poster Frank Gehry

Wednesday, 15 December 2010

RAHASIA MINDSET

RAHASIA MINDSET

Mindset adalah kepercayaan/keyakinan yang benar atapun salah dalam hubungannya dengan kehidupan. Mindset ada 2 yaitu yang positif seperti optimis, percaya diri, berpikir sehat, kaya, dsb yang yang kedua mindset negatif (mental blok) adalah sesuatu program pikiran yang menghambat diri kita dalam mencapai sesuatu seperti pesimis, merasa tidak mampu, tidak PD, berpikir sakit, miskin, merasa bersalah, virus ketakutan, panic, emosi yang berlebih, trauma, dll mindset negative berfungsi sebagai virus dalam pikiran kita. kalau ada virus lalu adakah anti virusnya?. jawabnya ada antivirus yang paling hebat untuk menyelamatkan alam bawah sadar kita yaitu sikap positif dan keyakinan.

A. Asal Mindset
Banyak orang yang sulit dapat jodoh, sulit berkembang, usaha jatuh bangun, keluar masuk perusahaan, atau malah sulit dapat pekerjaan, broken home, kawin cerai, dll. Pendapat para pakar dari permasalahan ini sangat beragam, mulai dari “Kena sial”, “Aura keberuntungan tidak mendukung”, “Bukan shio monyet yang dimiliki” dll. Dari segi ilmiah apakah asumsi ini dapat dipertanggungjawabkan ?
Menurut pakar psikologi tentang “Mind technology”(Teknologi bawah sadar) yang hanya 10%. Didalam pikiran bawah sadar ini terdapat mindset yang mendukung dan menghambat kesuksesan (kesehatan, kekayaan, keselamatan dan kebahagiaan) manusia.
Kalau mindset positif, maka system berpikir positf serta system perilaku juga positif, tapi kalau mindset negatif, maka system berpikir negatif serta sistem perilaku juga negatif. Mindset negatif harus dihancurkan, supaya sistem berpikir negatif hancur dan akhirnya perilaku negative juga hancur, kemudian otak/hati diinput dengan sugesti positif sehingga lahirlah akhlatul karimah.
Sejak manusia lahir, pikirannya telah mengalami pemprograman. Manusia belajar, memoel mindset system, value, goal, gaya hidup, bahkan keterbatasan pola pikir dari ligkungan. Apapun yang dialami akan masuk ke pikiran bawah sadar dan menjadi program pikiran.
Hasil riset para pakar mind technologi menemukan bahwa memori seseorang manusia sudah aktif sempurna saat ia berusia tiga

kita yang terbatas kemampuannya. Kita mengetahui keberadaan medan magnet dengan melihat efeknya. Seiring dengan perkembangan teknologi, kini kita dapat “melihat” medan magnet.
Lalu, bagaimana dengan pikiran ? kapan kita mengeluarkan atau memancarkan gelombang pikiran ?
Pikiran kita tidak hanya mempengaruhi diri kita dan orang lain, tetapi juga mempunyai daya tarik, menarik pikiran orang lain, benda, situasi, kejadian, orang, sumber daya, dan juga “keberuntungan” yang sejalan dengan karakter pikiran kita yang dominan ke arah kita. Pikiran cinta akan menarik cinta dari orang lain, situasi dan kondisi yang sejalan dengan pikiran itu, dan orang-orang dengan pikiran yang sama.

PENGECASAN ENERGI PIKIRAN

PENGECASAN ENERGI PIKIRAN
Vibrasi pikiran dengan kualitas dan daya pancar yang tinggi sangat membantu pencapaian suatu tujuan. Singkat kata, kita akan lebih mudah sukses.Ada beberapa cara meningkatkan kekuatan dan kualitas vibrasi pikiran kita. Kami akan menjelaskannya satu persatu.

A. Sistem Kepercayaan
Jauh di dalam pikiran bawah sadar , tersimpan sekumpulan “program Inti” yang menentukan cara kita berpikir, fokus, mempersepsi, dan bereaksi terhadap sesuatu. “Program inti” ini adalah belief system atau sistem kepercayan.
Kepercayaan menentukan apa yang bisa diterima oleh diri kita. Bila kita percaya akan sesuatu, kepercayaan itu akan menjadi realitas kita. Anda akan melihat apa yang anda percaya.
Kepercayaan mengenai sukses atau uang akan menentukan kondisi keuangan seseorang. Apa pun program / belief kita mengenai uang, inilah yang akan kita alami dalam hidup kita.
B. Emosi
Emosi juga memegang peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas dan intensitas vibrasi pikiran. Apa pun yang kita yakini dengan intensitas emosi yang tinggi akan segera menjadi realitas (terwujud) bagi diri kita.
Tentu, dalam upaya pencapaian keberhasilan, kita hanya fokus pada emosi yang positif. Jangan gunakan emosi negatif sebagai dasar motivasi karena akan berakibat negatif pula.
C. Kondisi Alfa-Theta
Berdasarkan pengalaman kami dan berbagai sumber lain, kami menemukan satu hal menarik. Semakin rendah gelombang otak seseorang, semakin kuat energi mereka. Hal ini tampak pada medan energi tubuh yang kita kenal dengan nama aura.
Level gelombang otak yang kami maksud berada pada kisaran gelombang alfa (8-12 Hz) dan Theta (4-8 Hz). Mengapa level gelombang ini mampu meningatkan kualitas dan intensitas vibrasi pikiran?
Zikir dan sholat berada diantara alfa-theeta. Level energi sholat dan zikir yang khusyu sangat tinggi sehingga apabila dipakai berdoa akan segera terwujud. Untuk bisa khusyu dalam sholat, miliki bukunya “Mukjizat Pusaran Energi Sholat”. Oleh pengarang yang sama.
mendapat sakit mata. Si D yang baru datang dari Amerika tidak tahun makna lemparan sakit mata tersebut. Si D yang juga mendapat lemparan justru tidak sakit mata.
Sekarang.. mengapa orang cina mudah sukses? Sementara mereka bukanlah seorang muslim. Kita minimal 5 x sehari semalam bertemu Allah, tapi setengah mati untuk sukses. Jawabannya adalah mindset mereka tentang kekayan/sukses adalah sangat kuat, karena dari turun temurun memang mereka berasal dari keluarga konglomerat. Mindset kita, untuk mendapatkan Rp.100 rb sangat susah. Coba mindset tentang uang ini diubah bahwa uang Rp.100rb sama mudahnya mendapat uang Rp10rb. Maka uang akan mengejar anda.
Pamali
Pamali pada dasarnya bagus karena suatu bentuk pengendalian sikap dan perilaku. Tapi banyak pamali yang justru melahirkan mindset. Seperti tidak boleh tidur setelah sholat Subuh nanti kekurangan rezeki, akhirnya sholat jam 06.00 atau 06.30 supaya tidak tidur kembali. Tapi justru syariat Islam tidak menganjurkan menunda-nunda sholat sampai batas waktu habis. Dan amal sholatnya ditolak. Termasuk pamali, Mencari kutu di tangga nanti jadi perawan tua. Akhirnya banyak gadis desa yang menjadi perawan tua.
cepat otak menolak pernyatan tersebut, tetapi apabila pernyataan itu dinyatakan dalam kondisi Alfa maka otak mulai menerima pernyataan tersebut dan
akan mewujudkan untuk Anda. Sehingga jika orang menuruti kondisi Alfa, maka susahlah dia, dan inilah yang sering dilakukan oleh orang tua kepada anaknya.
Antara Alfa dengan Theta adalah pintu masuk ke kesadaran tertinggi. Pada kondisi ini, keajaiban dapat terjadi seperti, mengontrol mimpi atau mewujudkan imajinasi ke dalam dunia nyata. Dan Allah sudah memformat bahwa didalam Pikiran bawah sadar setiap manusia terdapat Pola Gelombang Otak Theta-dan apapun yang kita bayangkan/imajinasikan selama berada di theta pasti terwujud.
Antara Alfa dengan Delta pada kondisi terdapat ruang samar. Ibaratnya dapat mengucapkan selamat tinggal pada pengalaman fisik. Apabila manusia bisa tetap terjaga pada kondisi ini maka apa yang dia pikirkan akan terjadi seketika. Manusia tidak terikat lagi dengan hukum alam dan hanya Tuhan yang dapat menghentikannya.

Sunday, 7 November 2010

Konsep Diri

-->
Konsep diri

Masalah-masalah rumit yang dialami manusia, seringkali dan bahkan hampir semua, sebenarnya berasal dari dalam diri. Mereka tanpa sadar menciptakan mata rantai masalah yang berakar dari problem konsep diri. Dengan kemampuan berpikir dan menilai, manusia malah suka menilai yang macam-macam terhadap diri sendiri maupun sesuatu atau orang lain – dan bahkan meyakini persepsinya yang belum tentu obyektif. Dari situlah muncul problem seperti inferioritas, kurang percaya diri, dan hobi mengkritik diri sendiri. Artikel berikut akan mengulas tentang konsep diri, apa dan bagaimana konsep diri berpengaruh terhadap munculnya problem yang dialami manusia sehari-hari.

Konsep Diri

Konsep diri dapat didefinisikan secara umum sebagai keyakinan, pandangan atau penilaian seseorang terhadap dirinya. Seseorang dikatakan mempunyai konsep diri negatif jika ia meyakini dan memandang bahwa dirinya lemah, tidak berdaya, tidak dapat berbuat apa-apa, tidak kompeten, gagal, malang, tidak menarik, tidak disukai dan kehilangan daya tarik terhadap hidup. Orang dengan konsep diri negatif akan cenderung bersikap pesimistik terhadap kehidupan dan kesempatan yang dihadapinya. Ia tidak melihat tantangan sebagai kesempatan, namun lebih sebagai halangan. Orang dengan konsep diri negatif, akan mudah menyerah sebelum berperang dan jika gagal, akan ada dua pihak yang disalahkan, entah itu menyalahkan diri sendiri (secara negatif) atau menyalahkan orang lain.  
Sebaliknya seseorang dengan konsep diri yang positif akan terlihat lebih optimis, penuh percaya diri dan selalu bersikap positif terhadap segala sesuatu, juga terhadap kegagalan yang dialaminya. Kegagalan bukan dipandang sebagai kematian, namun lebih menjadikannya sebagai penemuan dan pelajaran berharga untuk melangkah ke depan. Orang dengan konsep diri yang positif akan mampu menghargai dirinya dan melihat hal-hal yang positif yang dapat dilakukan demi keberhasilan di masa yang akan datang.

Proses Pembentukan Konsep Diri

Konsep diri terbentuk melalui proses belajar sejak masa pertumbuhan seorang manusia dari kecil hingga dewasa. Lingkungan, pengalaman dan pola asuh orang tua turut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap konsep diri yang terbentuk. Sikap atau respon orang tua dan lingkungan akan menjadi bahan informasi bagi anak untuk menilai siapa dirinya. Oleh sebab itu, seringkali anak-anak yang tumbuh dan dibesarkan dalam pola asuh yang keliru dan negatif, atau pun lingkungan yang kurang mendukung, cenderung mempunyai konsep diri yang negatif. Hal ini disebabkan sikap orang tua yang misalnya : suka memukul, mengabaikan, kurang memperhatikan, melecehkan, menghina, bersikap tidak adil, tidak pernah memuji, suka marah-marah, dsb - dianggap sebagai hukuman akibat kekurangan, kesalahan atau pun kebodohan dirinya. Jadi anak menilai dirinya berdasarkan apa yang dia alami dan dapatkan dari lingkungan. Jika lingkungan memberikan sikap yang baik dan positif, maka anak akan merasa dirinya cukup berharga sehingga tumbuhlah konsep diri yang positif.  
Konsep diri ini mempunyai sifat yang dinamis, artinya tidak luput dari perubahan. Ada aspek-aspek yang bisa bertahan dalam jangka waktu tertentu, namun ada pula yang mudah sekali berubah sesuai dengan situasi sesaat. Misalnya, seorang merasa dirinya pandai dan selalu berhasil mendapatkan nilai baik, namun suatu ketika dia mendapat angka merah. Bisa saja saat itu ia jadi merasa “bodoh”, namun karena dasar keyakinannya yang positif, ia berusaha memperbaiki nilai.

Faktor yang Mempengaruhi Konsep Diri

Berbagai faktor dapat mempengaruhi proses pembentukan konsep diri seseorang, seperti :
Pola asuh orang tua
Pola asuh orang tua seperti sudah diuraikan di atas turut menjadi faktor signifikan dalam mempengaruhi konsep diri yang terbentuk. Sikap positif orang tua yang terbaca oleh anak, akan menumbuhkan konsep dan pemikiran yang positif serta sikap menghargai diri sendiri. Sikap negatif orang tua akan mengundang pertanyaan pada anak, dan menimbulkan asumsi bahwa dirinya tidak cukup berharga untuk dikasihi, untuk disayangi dan dihargai; dan semua itu akibat kekurangan yang ada padanya sehingga orang tua tidak sayang.

Kegagalan
Kegagalan yang terus menerus dialami seringkali menimbulkan pertanyaan kepada diri sendiri dan berakhir dengan kesimpulan bahwa semua penyebabnya terletak pada kelemahan diri. Kegagalan membuat orang merasa dirinya tidak berguna.

Depresi 
Orang yang sedang mengalami depresi akan mempunyai pemikiran yang cenderung negatif dalam memandang dan merespon segala sesuatunya, termasuk menilai diri sendiri. Segala situasi atau stimulus yang netral akan dipersepsi secara negatif. Misalnya, tidak diundang ke sebuah pesta, maka berpikir bahwa karena saya “miskin” maka saya tidak pantas diundang. Orang yang depresi sulit melihat apakah dirinya mampu survive menjalani kehidupan selanjutnya. Orang yang depresi akan menjadi super sensitif dan cenderung mudah tersinggung atau “termakan” ucapan orang.

Kritik internal 
Terkadang, mengkritik diri sendiri memang dibutuhkan untuk menyadarkan seseorang akan perbuatan yang telah dilakukan. Kritik terhadap diri sendiri sering berfungsi menjadi regulator atau rambu-rambu dalam bertindak dan berperilaku agar keberadaan kita diterima oleh masyarakat dan dapat beradaptasi dengan baik.

Merubah Konsep Diri


Seringkali diri kita sendirilah yang menyebabkan persoalan bertambah rumit dengan berpikir yang tidak-tidak terhadap suatu keadaan atau terhadap diri kita sendiri. Namun, dengan sifatnya yang dinamis, konsep diri dapat mengalami perubahan ke arah yang lebih positif. Langkah-langkah yang perlu diambil untuk memiliki konsep diri yang positif :

Bersikap obyektif dalam mengenali diri sendiri
Jangan abaikan pengalaman positif atau pun keberhasilan sekecil apapun yang pernah dicapai. Lihatlah talenta, bakat dan potensi diri dan carilah cara dan kesempatan untuk mengembangkannya. Janganlah terlalu berharap bahwa Anda dapat membahagiakan semua orang atau melakukan segala sesuatu sekaligus. You can’t be all things to all people, you can’t do all things at once, you just do the best you could in every way....

Hargailah diri sendiri
Tidak ada orang lain yang lebih menghargai diri kita selain diri sendiri. Jikalau kita tidak bisa menghargai diri sendiri, tidak dapat melihat kebaikan yang ada pada diri sendiri, tidak mampu memandang hal-hal baik dan positif terhadap diri, bagaimana kita bisa menghargai orang lain dan melihat hal-hal baik yang ada dalam diri orang lain secara positif? Jika kita tidak bisa menghargai orang lain, bagaimana orang lain bisa menghargai diri kita ?

Jangan memusuhi diri sendiri
Peperangan terbesar dan paling melelahkan adalah peperangan yang terjadi dalam diri sendiri. Sikap menyalahkan diri sendiri secara berlebihan merupakan pertanda bahwa ada permusuhan dan peperangan antara harapan ideal dengan kenyataan diri sejati (real self). Akibatnya, akan timbul kelelahan mental dan rasa frustrasi yang dalam serta makin lemah dan negatif konsep dirinya.

Berpikir positif dan rasional
We are what we think. All that we are arises with our thoughts. With our thoughts, we make the world (The Buddha).  Jadi, semua itu banyak tergantung pada cara kita memandang segala sesuatu, baik itu persoalan maupun terhadap seseorang. Jadi, kendalikan pikiran kita jika pikiran itu mulai menyesatkan jiwa dan raga.


Yunani



















Berpikir Cemerlang